Posted by: alumnipip on: November 12, 2007
Tahun 2007 adalah tahun terakhir keberadaan program ilmu perpustakaan di IPB, jadi sedih plus kesel kenapa yang jelas-jelas program ilmu perpustakaan yang lulusannya banyak yang membutuhkan dan kualitasnya diakui oleh users itu dihapuskan. Dengan alasan yang sampai sekarang belum dimengerti, katanya tidak satupun fakultas di IPB mau menjadi induknya dan tidak berhubungan dengan pertanian “KATANYA” padahal yang berpendapatseperti itu saat menyusun disertasi dan merampungkan laporan penelitiannya dia memerlukan perpustakaan. Mengapa FEM yang jelas-jelas ekonomi itu dibolehkan mengapa tidak memberdayakan saja jurusan sosek yang ada. Jika FEM boleh kenapa tidak buatkan saja Fakultas Ilmu Komunikasi di IPB yang bisa menjadi induk dari program ilmu perpustakaan serta program ilmu lainnya seperti penyuluh pertanian, ilmu jurnalistik, ilmu komunikasi pedesaan, Jurusan Teknologi Komunikasi dan Informasi bagi pertanian. Padahal saat ini banyak program pemerintah yang gagal karena tidak adanya komunikasi yang baik dan terkelola dan dibudayakan di masyarakat pedesaan. Lebih terkesan proyek asal jadi dan mengandalkan media massa swasta yang lebih mendukung faktor popularitas dan keuntungan perusahaan semata.
Coba Fakultas Ilmu Komukasi bisa ada di IPB, Doktornya dah ada, SDM pendukungnya di Indonesia banyak, yang mau diajak kerjasama sepertinya tidak sedikit.
Huhh
Ahmad
komentar ku lu ilangin ya mad, ato lagi ada perbaikan sistem
ya nasib deh…..ya udah…usul aja barang kali di bogor ada yang mau menampung ide bikin falkutas ilmu komunikasi, atau apalah…
Aku yakin alumni bakal banyak yang tertarik untuk bergabung….asal masih dibogor. sekaligus menampung teman dari UI dan d3 lainnya yang mau meneruskan di bidang Teknologi, Informasi dan Komunikasi.
November 13, 2007 pada 3:03 am
Program Perpustakaan dihapuskan?
Jangan terlalu berpikiran negatif terhadap IPB, mengumpat, memaki, dan sebagainya. Ambil hikmahnya Mad.
Kenapa program ini (perpustakaan) saja yang dibubarin, sedangkan program studi lain tidak. IPB mungkin sedang berbenanah dan berfokus tentang pertanian. Karena induk semang IPB memang penelitian pertanian. Sedangkan perpustakaan hanyalah pendukung untuk kegiatan penelitian.
Namanya pendukung, diajak syukur, nggak diajak ya jangan ngambek. Perkembangan teknologi juga smakin cepat. Internet sudah merambah sampai ke desa-desa. Dan semua informasi sudah bisa didapatkan dari sana.
Bagi mereka (alumni perpustakaan) yang mampu secara finansial dan manajerial ini merupakan suatu peluang, misalkan dengan membuat suatu tempat kursus, bimbingan, pelatihan tentang ilmu perpustakaan. Membantu para pencinta dan pegawai yang ditempatkan di perpustakaan tentang ilmu perpustakaan.
Kalo sudah begitu, mungkin anda akan tetap bisa melestarikan ilmu perpustakaan dan tetap bisa membantu teman-teman pencinta, pengelola perpustakaan dan orang-orang yang peduli terhadap perpustakaan.
Salam lestari..